π« Bab 23 OpenStax A&P 2e
Sistem Pencernaan
Struktur dan fungsi saluran gastrointestinal dari mulut hingga anus, hepar, pankreas, dan proses absorbsi nutrisi yang kritis dalam keperawatan.
Saluran GI
Lambung & Usus
Hepar & Pankreas
Absorbsi Nutrisi
Saluran Gastrointestinal (Saluran GI)
Saluran GI adalah tabung muskuler sepanjang Β±9 meter yang membentang dari mulut hingga anus. Fungsinya: ingesti, propulsi, digesti mekanik dan kimiawi, absorbsi, serta defekasi.
π Perbesar
Saluran Pencernaan β Gambaran Umum
Traktus gastrointestinal dari rongga mulut hingga anus mencakup esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar.
Traktus GI
π Perbesar
Rongga Mulut & Faring
Tempat ingesti dan digesti mekanik pertama. Gigi, lidah, dan kelenjar saliva memulai proses pencernaan.
Digesti Mekanik
π Perbesar
Esofagus & Sfingter Kardia
Esofagus sepanjang 25cm mengantarkan bolus melalui peristaltik ke lambung. LES mencegah refluks asam.
Propulsi
π Perbesar
Lambung β Anatomi Makroskopik
Fundus, korpus, dan antrum pilorus. Lapisan mukosa mengandung sel parietal (HCl) dan sel chief (pepsinogen).
Digesti Kimiawi
π Perbesar
Lambung β Histologi & Kelenjar
Struktur kelenjar gastrik: sel mucous neck, sel parietal, sel chief, dan sel G (gastrin). pH lambung 1.5β3.5.
Histologi
π Perbesar
Usus Halus β Vili & Mikrovili
Duodenum, jejunum, ileum. Vili dan mikrovili memperluas luas permukaan absorbsi hingga 200 mΒ² (setara lapangan tenis).
Absorbsi Utama
π Perbesar
Usus Halus β Segmentasi & Lapisan
Gerakan segmentasi mencampur kimus dengan enzim usus. Plika sirkulares (valvulae conniventes) memperlambat transit.
Pencernaan
π Perbesar
Usus Besar & Rektum
Kolon asenden, transversum, desenden, sigmoid, rektum, anus. Reabsorbsi air dan elektrolit, pembentukan feses.
Eliminasi
π Perbesar
Usus Besar β Histologi & Flora
Tidak ada vili. Mengandung 10ΒΉβ΄ bakteri komensal. Bakteri memproduksi vitamin K dan beberapa vitamin B.
Mikrobiom
π‘ Klinik β Refluks Gastroesofageal (GERD)
Kelemahan Lower Esophageal Sphincter (LES) menyebabkan asam lambung naik ke esofagus. Gejala: heartburn, regurgitasi. Penatalaksanaan: posisi semi-fowler post-makan, antasida, PPI (omeprazol).
Organ Aksesoris Pencernaan
Hepar, kandung empedu, dan pankreas eksokrin adalah organ aksesoris yang menghasilkan sekret digestif esensial. Meskipun tidak dilewati makanan langsung, fungsinya kritis untuk digesti lemak, protein, dan karbohidrat.
π Perbesar
Hepar (Hati)
Organ terbesar tubuh (1.4 kg). Lobulus hepatik sebagai unit fungsional. Fungsi: sintesis protein plasma, detoksifikasi, produksi empedu, glikogenesis.
Metabolisme
π Perbesar
Kandung Empedu & Duktus Biliaris
Menyimpan dan memekatkan empedu. CCK merangsang pengosongan kantung empedu. Duktus hepatikus β duktus sistikus β duktus koledokus.
Emulsifikasi
π Perbesar
Pankreas Eksokrin
Asinus pankreas menghasilkan >1 liter cairan per hari: lipase, amilase, tripsinogen, kimotripsin. Cairan basa (bikarbonat) menetralkan asam lambung.
Enzim Digestif
Enzim-enzim Pencernaan
| Enzim | Asal | Substrat | Produk |
| Amilase saliva | Kelenjar saliva | Polisakarida | Maltosa, dekstrin |
| Pepsin | Sel chief lambung | Protein | Polipeptida |
| Lipase pankreas | Pankreas | Trigliserida | Asam lemak, monogliserida |
| Tripsin/Kimotripsin | Pankreas | Protein/polipeptida | Peptida kecil |
| Amilase pankreas | Pankreas | Polisakarida | Maltosa, glukosa |
| Enterokinase | Usus halus | Tripsinogen | Tripsin (aktif) |
| Laktase | Enterosit usus | Laktosa | Glukosa + galaktosa |
π‘ Klinik β Pankreatitis Akut
Aktivasi prematur enzim pankreas di dalam asinus. Penyebab: batu empedu (40%), alkohol (30%). Gejala: nyeri epigastrium menjalar ke punggung, mual, lipase/amilase serum meningkat. Tatalaksana: puasa, analgesik, cairan IV.
Absorbsi Nutrisi
Absorbsi terjadi terutama di usus halus (duodenum & jejunum). Nutrisi diserap melalui enterosit menuju vena porta hepatika atau pembuluh limfe (kilifer).
π Perbesar
Mekanisme Absorbsi Nutrisi
Transport aktif untuk glukosa/asam amino (NaβΊ-cotransport). Difusi pasif untuk asam lemak. Endositosis untuk makromolekul.
Transport Nutrisi
π Perbesar
Metabolisme Nutrisi di Hepar
Glukosa β glikogen (glikogenesis) atau lipid (lipogenesis). Asam amino β glukosa (glukoneogenesis). Lipid β badan keton (ketogenesis saat puasa).
Metabolisme
π Perbesar
Regulasi Nutrisi & Keseimbangan Energi
Insulin menurunkan glikemia. Glukagon meningkatkan glikemia. Leptin dan ghrelin mengatur nafsu makan dan metabolisme basal.
Hormonal
π Konten Pro β Nutrisi Klinik & Kalkulasi
Kalkulasi kebutuhan kalori Harris-Benedict, enteral vs parenteral nutrition, malnutrisi pada pasien kritis, dan panduan diet penyakit spesifik.
Upgrade ke Pro
Regulasi Fisiologi Pencernaan
Fungsi GI diregulasi oleh sistem saraf enterik (SSE), sistem saraf otonom, dan hormon gastrointestinal. SSE disebut "otak kedua" karena memiliki >100 juta neuron independen.
π Perbesar
Fase Sekresi Gastrik
Fase sefalik (saraf vagus), fase gastrik (gastrin), fase intestinal (sekretin, CCK). Regulasi negatif oleh GIP dan somatostatin.
Hormonal
Hormon-hormon Gastrointestinal
| Hormon | Asal | Stimulus | Efek |
| Gastrin | Sel G (antrum) | Protein, distensi lambung | β HCl, β motilitas lambung |
| Sekretin | Sel S (duodenum) | Asam di duodenum (pH<4) | β Bikarbonat pankreas, β HCl |
| CCK | Sel I (duodenum) | Lemak & protein di duodenum | β Empedu, β enzim pankreas, rasa kenyang |
| GIP | Sel K (duodenum) | Glukosa & lemak | β Insulin, β motilitas lambung |
| Motilin | Sel M (usus halus) | Saat puasa | Migrasi motor complex (MMC) |
π¬
Buat Pathway Penyakit Pencernaan
Terapkan pengetahuan anatomi ini untuk membuat pathway penyakit: Ileus Obstruktif, Peritonitis, Sirosis Hepatis, Kolesistitis, atau Ca Kolorektal.
π½οΈ Fisiologi Pencernaan Lanjutan & Patofisiologi GI
Dari mekanisme seluler sekresi asam lambung hingga patofisiologi sirosis hepatik dan monitoring keperawatan kritis GI.
π¬ Sekresi Asam Lambung β Mekanisme Seluler
- Sel parietal (Oxyntic): menghasilkan HCl via HβΊ/KβΊ-ATPase (proton pump) di kanalikuli. Tiap HβΊ dipompa, KβΊ masuk sel β konsentrasi HCl 0.1 M (pH ~0.8) di lumen
- Stimulasi sekresi: Asetilkolin (vagus, MβR) β IPβ/DAG β CaΒ²βΊ β; Histamin (sel ECL) β HβR β cAMP β (stimulasi terkuat); Gastrin (sel G antrum) β CCK-B receptor
- Inhibisi sekresi: Somatostatin (sel D) menghambat semua jalur. Sekretin (pH <4.5 di duodenum) menghambat gastrin & merangsang bikarbonat pankreas
- PPI (Omeprazole, Pantoprazole): prodrug β aktif dalam kanalikuli asam β ikat irreversibel HβΊ/KβΊ-ATPase. Durasi 24β72 jam. Hβ blocker (ranitidin): reversibel, tachyphylaxis
- Fase sekresi: sefalik (30% β vagal refleks, melihat/mencium/mengecap makanan); gastrik (50% β distensi, protein); intestinal (20% β peptida di duodenum)
𧬠Pencernaan & Absorpsi Nutrisi
- Karbohidrat: amilase saliva (pH optimal 7) + amilase pankreas β oligosakarida β disakaridase brush border (maltase, sukrase, laktase) β monosakarida. Glukosa: SGLT1 (co-transport NaβΊ) di enterosit β GLUT2 ke aliran darah
- Protein: pepsin (HCl mengaktifkan pepsinogen) β polipeptida β tripsin, kimotripsin, elastase pankreas β di-/tripeptida β peptidase brush border β AA. Absorpsi via transporter AA dan PepT1 (di- tripeptida)
- Lemak: lipase lingual + gastrik minimal β lipase pankreas (dominan) β FFA + monogliserida + garam empedu β misel β masuk vili β chylomicron β limfatik (duktus torasikus β aliran darah). Vitamin ADEK: larut lemak, tergantung misel
- Besi: FeΒ³βΊ β FeΒ²βΊ (duodenum, vitamin C membantu) β DMT1 transporter β transfusrin dalam darah. Diserap duodenum & jejunum proksimal. Kontrol: hepsidin (infeksi/inflamasi β hepsidin β serap besi β)
- B12 (kobalamin): butuh Intrinsic Factor (dari sel parietal) β IF-B12 complex β reseptor cubilin di ileum terminal. Defisiensi: operasi gastrektomi, atrofik gastritis, malabsorpsi ileum (Crohn)
π₯ Fungsi Hati β Metabolisme & Detoksifikasi
- Metabolisme karbohidrat: glikogenesis (simpan glikogen), glikogenolisis (lepas glukosa saat puasa), glukoneogenesis (dari AA, laktat, gliserol). Satu-satunya organ yang stabilkan gula darah saat puasa lama
- Metabolisme protein: deaminasi AA β urea (siklus urea) β ekskresi ginjal. Sintesis protein plasma: albumin (onkotik & transport), faktor koagulasi (I, II, V, VII, IX, X, XI, XII), komplemen, CRP. Transaminase (AST, ALT) bocor saat hepatosit rusak
- Metabolisme lemak: Ξ²-oksidasi FFA β acetyl-CoA β ketogenesis (puasa/DKA); VLDL assembly & sekresi; sintesis kolesterol; bile acids synthesis dari kolesterol (primary: kolik & kenodioksikolik)
- Detoksifikasi: fase I (CYP450 β oksidasi, reduksi, hidrolisis); fase II (konjugasi β glukoronidasi, sulfasi, asetilasi) β produk lebih larut air β ekskresi empedu/urin. NAPQI dari parasetamol: CYP2E1 β toksik, netralisasi glutathione β overdosis β glutathione habis β nekrosis
- Bilirubin: heme β biliverdin β bilirubin indirect (tidak larut) β albumin transport β hati β glukoronidasi β bilirubin direct (larut) β empedu β usus β sterkobilinogen (warna feses) + urobilinogen (reabsorpsi β urin)
π΄ Patofisiologi Sirosis Hepatik & Komplikasinya
Cedera Hepatosit Kronik β alkohol (asetaldehid toksik), NASH (lipotoksisitas asam lemak + inflamasi), hepatitis B/C (respons imun mediated), kolestasis kronik (obstruksi bilier) β kematian hepatosit berulang
Aktivasi Sel Stelat (Hepatic Stellate Cells) β cedera β TGF-Ξ²β, PDGF dari hepatosit/Kupffer cells β sel stelat teraktivasi β berubah menjadi miofibroblas β produksi kolagen tipe I/III berlebih β fibrosis perisinusoidal
Distorsi Arsitektur Hati β fibrous septa menghubungkan portal tracts ke vena sentral β pembentukan nodulus regenerasi β sinusoid hilang β kapillarisasi sinusoid (hilangnya fenestra) β pertukaran hepatosit-darah terganggu
Hipertensi Portal β resistensi vaskular intrahepatik β (fibrous + vasokonstriksi aktif oleh endotelin, β NO) β tekanan vena porta >12 mmHg β varises esofagus (dilatasi vena kolateral) β risiko perdarahan variseal masif
Kegagalan Fungsi Sintesis β albumin β (asites, edema) + faktor koagulasi β (perdarahan) + bilirubin β (ikterus) + amonia tidak terdetoksifikasi β ensefalopati hepatik
π©Έ Perdarahan Varises Esofagus
- Mekanisme: hipertensi portal β vena kolateral membesar (varises esofagus, lambung, hemoroid, caput medusae) β tekanan varises β β ruptur β perdarahan massif
- Mortalitas per episode: 15β20%. Primer lagi dalam 6 minggu: 60% tanpa profilaksis
- Manajemen akut: resusitasi ABC; octeotrid/terlipressin IV (vasokonstriksi splanknik β β aliran portal); antibiotik profilaksis (norfloksasin/ceftriakson β β SBP dan mortalitas); endoskopi dalam 12 jam (band ligation lebih baik dari sklerotherapy)
- TIPSS: Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt β koneksi portal-hepatika via stent β bypass hati β β tekanan portal. Komplikasi: ensefalopati hepatik β (amonia lebih banyak bypass hati)
- Beta bloker non-selektif (propranolol, carvedilol): profilaksis primer/sekunder. β CO (HR) + splanknik vasokonstriksi (Ξ±β) β β aliran portal
π§ Ensefalopati Hepatik
- Patogenesis: amonia (NHβ) tidak terdetoksifikasi ke urea (hati rusak + shunting portal-sistemik) β otak: glutamin synthesis (astrosit) β astrocyte swelling β disfungsi neurotransmisi
- GABA hypersensitivity hypothesis: amonia meningkatkan sensitivitas GABA-A receptor β inhibisi SSP β
- Precipitating factors (HAPSS): Hemorrhage GI, Alkalosis metabolik, Protein diet berlebih, Sedatif/diuretik, Sepsis/Infeksi
- Grading (West Haven): Gr 0 (minimal); Gr 1 (gangguan konsentrasi, tremor ringan); Gr 2 (letargi, asteriksis, disorientasi); Gr 3 (stupor, confused, tidak bisa follow commands); Gr 4 (koma)
- Laktulosa: disakarida sintetik β fermentasi bakteri usus β pH usus β β NHββΊ (ionized) tidak diabsorpsi β β amonia darah. Target: 2β3 BAB lunak/hari
- Rifaksimin: antibiotik usus non-absorpsi β β bakteri ureolitik β β produksi amonia. Kombinasi dengan laktulosa β rehospitalisasi 57% (NEJM 2010)
π Skor Klinik Hati & Parameter Penting
| Parameter | Normal | Ensefalopati/Sirosis Kompensasi | Sirosis Dekompensasi | Kritis |
| Albumin | 3.5β5 g/dL | 2.8β3.5 | 2β2.8 | <2 g/dL |
| PT/INR | INR <1.2 | 1.2β1.8 | 1.8β2.5 | >2.5 (perdarahan) |
| Bilirubin total | <1 mg/dL | 2β3 mg/dL | 3β10 mg/dL | >10 mg/dL |
| Amonia (NHβ) | <35 Β΅mol/L | 35β70 | >70 Β΅mol/L | >150 = koma |
| AST/ALT | <40 U/L | 2β10Γ ULN | Bisa normal/β (hati habis) | β masif = nekrosis akut |
| Kreatinin | <1.2 mg/dL | N | β = Hepatorenal Syndrome | HRS: >2.5, oliguria |
π Farmakologi GI & Hepatologi
PPI (Omeprazole, Pantoprazole, Esomeprazole)
Prodrug β aktif dalam kanalikuli asam β sulfenamid reaktif β ikat irreversibel Cys813 pada HβΊ/KβΊ-ATPase β penghambatan permanen (pumpbaru dibuatsintesis memerlukan 18 jam). Bioavailabilitas: makan sebelum berpengaruh, berikan 30 mnt sebelum makan. Efek samping: hipomagnesemia kronik, risiko C. diff, fraktur (absorpsi CaΒ²βΊ β).
Octreotide (Analog Somatostatin)
Agonis SSTβR β β sekresi glukagon β vasokonstriksi splanknik β β aliran portal β β tekanan varises. Dosis: bolus 50 Β΅g, drip 50 Β΅g/jam Γ 5 hari pada perdarahan variseal akut. Juga untuk fistula enterik (β sekresi GI) dan karsinoid syndrome (β serotonin).
N-Asetilsistein (Keracunan Parasetamol)
Prekursor glutathione (GSH) β menggantikan GSH yang habis digunakan menetralisir NAPQI (metabolit toksik parasetamol). Efektif bila diberikan <8 jam (optimal <4 jam). Dosis: loading 150 mg/kg IV dalam 15 mnt, maintenance. Bahkan pada gagal hati fulminan >24 jam masih bermanfaat (meningkatkan DOβ jaringan).