🩺 NurseKit — Platform Keperawatan All-in-One
ASKEP Builder 149 SDKI ECG 73 Irama Pathway Visual ACLS 2025
Buka NurseKit →
🦴 Bab 6-11 OpenStax A&P 2e

Sistem Muskuloskeletal

Anatomi rangka aksial dan apendikular, histologi tulang, mekanisme kontraksi otot, dan sendi. Fondasi untuk memahami fraktur, artritis, dan imobilisasi.

Rangka Aksial & ApendikularHistologi TulangKontraksi OtotSendi & Ligamen

Rangka Tubuh Manusia

206 tulang pada orang dewasa terbagi menjadi rangka aksial (80 tulang: tengkorak, kolumna vertebralis, toraks) dan rangka apendikular (126 tulang: gelang bahu, ekstremitas atas, gelang panggul, ekstremitas bawah).

Rangka Manusia🔍 Perbesar
Rangka Manusia — Overview
Rangka aksial (merah) dan apendikular (biru). Fungsi: proteksi organ vital, tempat perlekatan otot, hematopoiesis (sumsum tulang merah), penyimpanan mineral (Ca, P).
Overview
Struktur Tulang Panjang🔍 Perbesar
Struktur Tulang Panjang
Diafisis, epifisis, metafisis, periosteum, endosteum. Lempeng epifisis (growth plate) pada anak — zona proliferasi kondrosit. Kanal Havers dan Volkmann.
Histologi
Histologi Tulang🔍 Perbesar
Histologi Tulang — Osteon
Unit struktural tulang kompak: osteon (sistem Havers). Osteosit dalam lakuna, dihubungkan kanalikuli. Osteoblas (pembentuk) dan osteoklas (perombak).
Remodeling
Tulang Panjang🔍 Perbesar
Tulang Panjang — Potongan Longitudinal
Tulang spons (trabekular) di epifisis menyerap tekanan. Sumsum merah (hematopoiesis) di epifisis; sumsum kuning (lemak) di diafisis dewasa.
Makroskopik
Rangka Aksial🔍 Perbesar
Rangka Aksial
Tengkorak (22 tulang), kolumna vertebralis (33 vertebra), sternum, 12 pasang iga. Melindungi otak, medula spinalis, jantung, dan paru.
Aksial
Kolumna Vertebralis🔍 Perbesar
Kolumna Vertebralis
7 servikalis, 12 torakalis, 5 lumbalis, sakrum, koksigis. Kurva fisiologis: lordosis servikal & lumbal, kifosis torakal & sakral. Diskus intervertebralis sebagai bantalan.
Vertebra
Tulang Dada dan Iga🔍 Perbesar
Sternum & Iga
Sternum: manubrium, korpus, prosesus xifoid. Iga 1-7 (sejati), 8-10 (palsu), 11-12 (melayang). Torak melindungi jantung, paru, dan pembuluh darah besar.
Toraks
Gelang Panggul🔍 Perbesar
Gelang Panggul (Pelvis)
Os koksa (ilium + iskium + pubis). Pelvis wanita lebih lebar (obstetrik). Inlet, outlet, dan diameter obstetrik penting untuk penilaian persalinan.
Pelvis
Tungkai Bawah🔍 Perbesar
Tungkai Bawah
Femur (tulang terpanjang), tibia, fibula, patela, tarsal, metatarsal, falang. Sudut Q (quadriseps) penting untuk evaluasi nyeri lutut dan patela.
Ekstremitas Bawah
💡 Klinik — OsteoporosisDensitas mineral tulang (BMD) rendah meningkatkan risiko fraktur kompresi vertebra, fraktur kolum femur, dan pergelangan tangan. Kriteria WHO: T-score ≤ −2.5 pada DXA. Intervensi: suplementasi Ca + vit D, bisfosfonat, latihan beban, pencegahan jatuh.

Sendi & Ligamen

Sendi (artikulasio) adalah tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Diklasifikasikan berdasarkan struktur (fibrosa, kartilaginosa, sinovial) dan fungsi (sinartrosis, amfiartrosis, diartrosis).

Gelang Bahu🔍 Perbesar
Sendi Bahu (Glenohumeral)
Sendi bola dan soket (ball-and-socket). ROM terluas tubuh. Rotator cuff (supraspinatus, infraspinatus, teres minor, subscapularis) menstabilkan kepala humerus.
Ball-and-Socket
Tulang Rawan dan Sendi🔍 Perbesar
Sendi Sinovial — Anatomi
Kapsula sendi, membran sinovial (memproduksi cairan sinovial), tulang rawan hialin, ligamen. Cairan sinovial: pelumas + nutrisi kondrosit.
Sinovial
Tipe Sendi SinovialGerakanContoh
Engsel (Hinge)Fleksi/ekstensiSiku, lutut, pergelangan kaki
Pelana (Saddle)Fleksi/ekstensi, abduksi/adduksiSendi karpometakarpal ibu jari
Bola-soket (Ball-and-socket)Semua arah + rotasiBahu, panggul
PivotRotasiAtlantoaksial (C1-C2), radioulnar proksimal
KondiloidFleksi/ekstensi, abd/add (tanpa rotasi)Sendi metacarpophalangeal
Gliding (Plane)Geser terbatasSendi karpal, sendi faset vertebra
💡 Klinik — OsteoartritisDegenerasi tulang rawan sendi akibat penggunaan berlebih atau penuaan. Tanda: nyeri mekanik (memburuk dengan aktivitas), krepitus, deformitas. Intervensi: fisioterapi ROM, NSAID topikal, edukasi pengurangan beban sendi.

Otot Rangka — Anatomi Makroskopik

Tubuh manusia memiliki >600 otot rangka. Otot rangka bersifat volunter, bergaris, dan melekat pada tulang via tendon. Tiga tipe otot: rangka (volunter), jantung (involunter bergaris), polos (involunter tidak bergaris).

Otot Utama Anterior🔍 Perbesar
Otot Utama — Tampak Anterior
Otot wajah, sternokleidomastoid, pektoralis mayor, biseps, rektus abdominis, sartorius, quadriseps femoris, tibialis anterior.
Anterior
Otot Utama Posterior🔍 Perbesar
Otot Utama — Tampak Posterior
Trapezius, deltoid, triseps, latissimus dorsi, gluteus maximus, hamstring (biseps femoris, semitendinosus, semimembranosus), gastroknemius.
Posterior
Otot Besar🔍 Perbesar
Otot Tungkai Bawah
Grup otot kaki: quadriseps (ekstensi lutut), hamstring (fleksi lutut), gastroknemius/soleus (plantarfleksi). Penting untuk mobilisasi dan pencegahan jatuh.
Mobilisasi

🔒 Konten Pro — Pemeriksaan Fisik Muskuloskeletal

ROM assessment, kekuatan otot skala MRC, tes khusus sendi (Lachman, McMurray, Apley, FABER), dan interpretasi hasil fisioterapi.

Upgrade ke Pro

Fisiologi Kontraksi Otot

Kontraksi otot terjadi melalui mekanisme sliding filament. Aktin dan miosin berinteraksi ketika kalsium dilepaskan dari retikulum sarkoplasma setelah potensial aksi.

Sarkomere Kontraksi🔍 Perbesar
Sarkomere & Sliding Filament
Unit kontraktil otot. Garis Z, A-band, I-band, H-zone. Saat kontraksi: I-band dan H-zone memendek; A-band tetap. Miosin head berotasi menarik aktin (power stroke).
Sliding Filament
Mekanisme Kontraksi🔍 Perbesar
Mekanisme Kontraksi — Crossbridge Cycle
Ca²⁺ berikatan troponin → tropomiosin bergeser → situs aktif aktin terbuka → miosin head berikatan → ATP hidrolisis → power stroke → relaksasi saat Ca²⁺ kembali ke SR.
Ca²⁺ Dependent
🏥

Pathway Fraktur & Imobilisasi

Gunakan pengetahuan ini untuk pathway penyakit: Fraktur Femur, Dislokasi Bahu, Low Back Pain, Artritis Reumatoid, atau Osteoporosis.

🩺 SDKI Terkait Sistem Muskuloskeletal
D.0054
Gangguan Mobilitas Fisik
D.0077
Nyeri Akut
D.0129
Gangguan Integritas Kulit/Jaringan
D.0107
Risiko Jatuh
D.0056
Keletihan
← Sistem Endokrin 🗂 Semua Sistem Perkemihan →
Gambar diambil dari OpenStax Anatomy and Physiology 2e oleh Betts et al., lisensi CC BY 4.0. Dioptimalkan untuk web oleh NurseKit.
🦠 Fisiologi Muskuloskeletal Lanjutan & Patofisiologi
Dari mekanisme kontraksi otot, metabolisme tulang, hingga patofisiologi fraktur, kompartemen syndrome, dan farmakologi muskuloskeletal.
⚡ Mekanisme Kontraksi Otot Rangka — Sliding Filament
  • NMJ (Neuromuscular Junction): AP motor neuron → terminal → Ca²⁺ influx → ACh eksositosis → nAChR otot → Na⁺ influx → end-plate potential → AP membran otot
  • T-tubule propagasi: AP → masuk T-tubule (invaginasi sarkolema) → mencapai triadic junction → DHPRatau (voltage sensor) → RyR1 (ryanodine receptor) pada SR → Ca²⁺ release masif
  • Troponin-tropomiosin: Ca²⁺ + troponin C → konformasi berubah → tropomiosin geser → sisi aktif aktin terekspose → kepala miosin menempel
  • Power stroke siklus cross-bridge: miosin-ADP-Pi → berikatan aktin → Pi release → power stroke (miosin tarik aktin 5 nm) → ADP release → rigor → ATP baru → miosin lepas → siklus ulang
  • Tipe serat otot: Tipe I (slow-twitch, merah, banyak mitokondria, aerobik, endurance); Tipe IIa (fast-twitch, oksidatif-glikolitik); Tipe IIx (fast-twitch, putih, glikolitik anaerob, kekuatan maksimal)
  • Rigor mortis: post-mortem ATP habis → cross-bridge tetap terbentuk tanpa ATP untuk memisahkan → kekakuan otot (2–6 jam post-mortem, berlangsung 24–84 jam)
🦠 Metabolisme Tulang — Remodeling & Homeostasis Kalsium
  • Siklus remodeling tulang: osteoklas (resorpsi, aktivasi oleh RANK-L) → resorption lacunae → osteoblas (formasi baru, osteoid → mineralisasi dengan Ca²⁺ + fosfat) → osteosit (mekanosensing via lacuno-canalicular network). Siklus 3–6 bulan
  • Hormon regulasi Ca²⁺: PTH (hipokalcemia → ↑ osteoklas, ↑ reabsorpsi Ca²⁺ ginjal, ↑ 1,25-OH D₃); Kalsitonin (hiperkalcemia → ↓ osteoklas ↓ Ca²⁺); Vitamin D aktif (1,25-(OH)₂D₃ = kalsitriol → ↑ absorpsi Ca²⁺ usus)
  • RANK-L/OPG axis: osteoblas sekresi RANK-L → berikatan RANK pada prekursor osteoklas → osteoklas aktif. OPG (decoy receptor dari osteoblas) hambat RANK-L → ↓ resorpsi. Target: denosumab (anti-RANK-L) untuk osteoporosis
  • Osteoporosis: resorpsi > formasi → kepadatan tulang ↓. Risiko: estrogen ↓ (menopause → OPG ↓ → RANK-L dominan), vitamin D ↓, imobilisasi, kortikosteroid kronik. T-score: <−2.5 = osteoporosis; −1 to −2.5 = osteopenia
  • Paget disease: osteoklas overaktif → resorpsi cepat → formasi reaktif kacau → tulang besar, lemah, vaskular. ALP ↑↑, nyeri tulang, deformitas, risiko fraktur & osteosarcoma. Terapi: bisphosphonate
🚫 Compartment Syndrome — Kegawatan Ortopedi
  • Patofisiologi: tekanan dalam kompartemen fascial meningkat (fraktur, crush, reperfusi, infus IV ekstravasasi, balut ketat) → tekanan > tekanan perfusi kapiler → iskemia otot & saraf
  • 6 P klasik: Pain (nyeri tidak proporsional, nyeri saat peregangan pasif), Pressure (kencang), Paresthesia (kesemutan), Paralysis (akhir), Pallor, Pulselessness (LATE sign − jangan tunggu ini!)
  • Kompartemen tekanan >30 mmHg atau dalam 30 mmHg dari diastol → SEGERA fasciotomi. Jangan tunggu gejala komplit → window 6 jam sebelum nekrosis irreversibel
  • Konteks tersering: fraktur tibia (paling umum), crush injury, replantasi, luka bakar sirkumferensial, antikoagulan + trauma
  • Rabdomiolisis post-kompartemen: mioglobin → presipitasi di tubulus ginjal → AKI. Hidrasi agresif NS/RL target UO 200–300 mL/jam, awasi hiperkalemia (otot nekrosis → K⁺ ↑)
🫀 Penyembuhan Fraktur — Fase & Gangguan
  • Fase 1 — Inflamasi (hari 1–7): hematoma → nekrosis lokal → sitokin (TGF-β, PDGF, FGF) → rekrut sel progenitor. Vaskularisasi baru mulai
  • Fase 2 — Kalus lunak (minggu 2–4): kondroblas → kalus kartilago sementara (fibrokartilago) → membrikan stabilitas awal. Radiologi: bayangan opak di sekitar fraktur
  • Fase 3 — Kalus keras (minggu 4–8): osifikasi endokondral → kartilago diganti tulang woven → rigid callus. Mineralisasi aktif (Ca²⁺ + fosfat)
  • Fase 4 — Remodeling (bulan–tahun): osteoklas reshaping → tulang woven → tulang lamellar (lebih kuat, sesuai garis stres Wolff’s law)
  • Faktor hambat penyembuhan: merokok (vasokonstriksi, ↓ O₂), DM, malnutrisi (protein, Ca, vit C/D), kortikosteroid kronik, infeksi, gerakan berlebih (nonunion), usia tua
  • Malunion vs nonunion: malunion = sembuh posisi salah; nonunion = tidak sembuh >6 bulan. Delayed union = >3–4 bulan belum sembuh
💉 Emboli Lemak & DVT — Komplikasi Fraktur
  • Emboli lemak (FES): fraktur tulang panjang/pelvis → sumsum tulang masuk aliran darah → emboli kapiler (paru, otak, kulit). Triad: dispnea, ensefalopati, petekie (aksila/konjungtiva). Onset 24–72 jam post fraktur. Stabilisasi awal fraktur (internal fixation) ↓ risiko FES
  • DVT pasca operasi ortopedi: arthroplasty panggul/lutut → risiko DVT 40–60% tanpa profilaksis. Profilaksis: LMWH atau apixaban selama 28–35 hari post-op. Mobilisasi dini krusial
  • Wells score DVT: >3 poin = probabilitas tinggi → USG vena + D-dimer. <2 = rendah → D-dimer negatif rules out. Proksimal DVT (di atas lutut) risiko PE lebih tinggi dari distal
  • Troponin + PE: RV strain (S1Q3T3 di ECG tidak spesifik) + troponin ↑ = PE masif → pertimbangkan trombolisis sistemik atau catheter-directed thrombolysis

💊 Farmakologi Muskuloskeletal

Bisphosphonate (Alendronate, Zoledronate)
Analog pirofosfat → uptake oleh osteoklas aktif → inhibisi farnesyl pyrophosphate synthase (enzim jalur mevalonat) → prenilasi GTPase terganggu → osteoklas apoptosis → resorpsi ↓. Zoledronate IV tahunan (Reclast) lebih efektif. Awasi: ONJ (osteonecrosis of jaw − risiko prosedur gigi), atypical femur fracture (pemberian >5 tahun). Minum dengan air penuh, tegak 30 mnt.
NSAID (Ibuprofen, Naproxen, Ketorolac) & COX-2 Inhibitor
Hambat COX-1 & COX-2 → PG ↓ → nyeri & inflamasi ↓. COX-1 (gastroprotektif, platelet TXA₂) − hambat → GI ulcer, perdarahan. COX-2 selektif (celecoxib): lebih aman GI tapi risiko kardiovaskular ↑. Awasi: gagal ginjal (PG renal vasodilation), retensi cairan, interaksi dengan antihipertensi.
Suksinilkolin & Rokuronium — Neuromuscular Blocker
Suksinilkolin: depolarizing NMB − agonis nAChR permanen → fase I fasikulation → blok depolarisasi. Onset 60 detik, durasi 10 mnt. Awasi: hiperkalemia (luka bakar luas/denervasi → upregulation nAChR → K⁺ efflux masif → henti jantung!). Rokuronium: non-depolarizing − kompetitif blok nAChR. Reversal dengan sugammadex 16 mg/kg.
📖 Atlas Visual OpenStax

Atlas Sistem Muskuloskeletal

Tulang, sendi, otot, mekanisme kontraksi, dan biomekanik gerak dari OpenStax A&P 2e.

Otot Mayor Anterior — Penilaian Kekuatan
Fig 10.6
Otot Mayor Anterior — Penilaian Kekuatan
Pektoralis mayor, biseps, rektus abdominis, iliopsoas, kuadrisep. Penilaian kekuatan otot: skala 0-5 MRC. Kelemahan kuadrisep = faktor risiko OA lutut + jatuh. Fisioterapi penguatan kuadrisep (leg press, SLR) mengurangi nyeri OA lutut secara signifikan.
Sendi Lutut — Ligamen, Meniskus & TKR
Fig 11.3
Sendi Lutut — Ligamen, Meniskus & TKR
ACL (translasi anterior), PCL (posterior), MCL, LCL, meniskus. Unhappy triad (ACL+MCL+meniskus medial): mekanisme valgus + contact. MRI untuk diagnosis pasti. TKR (total knee replacement) adalah gold standard OA lutut berat Kellgren-Lawrence grade 3-4 dengan nyeri refrakter.
Bahu — Rotator Cuff & Tes Klinik
Fig 11.5
Bahu — Rotator Cuff & Tes Klinik
SITS: supraspinatus (abduksi 0-15°), infraspinatus/teres minor (rotasi eksternal), subscapularis (rotasi internal). Tes provokasi: Neer (impingement), Hawkins, empty can (supraspinatus). Robekan komplit pada lansia → konservatif + fisioterapi. Robekan akut pada muda aktif → artroskopi.
Tipe Serat Otot: Tipe I, IIa, IIb
Fig 11.8
Tipe Serat Otot: Tipe I, IIa, IIb
Tipe I (merah, lambat-oksidatif, tahan lelah): maraton. Tipe IIa (peralihan, oksidatif-glikolitik): olahraga intermiten. Tipe IIb (putih, cepat-glikolitik, lelah cepat): sprint. Proporsi tipe serat ditentukan genetik; latihan dapat menggeser IIb ke IIa. Distrofi muskular dari defek protein struktural.
Kontraksi Otot: Isometrik vs Isotonik
Fig 11.12
Kontraksi Otot: Isometrik vs Isotonik
Isometrik: tegangan meningkat, panjang tetap (menahan beban berat). Isotonik konsentrik: otot memendek saat mengangkat. Isotonik eksentrik: otot memanjang saat menurunkan (lebih rentan cedera, DOMS). Pemahaman ini penting untuk rehabilitasi muskuloskeletal dan pencegahan cedera.
Fatigue Otot dan Sumber Energi
Fig 11.15
Fatigue Otot dan Sumber Energi
Otot menggunakan ATP dari 3 sumber: fosfokreatin (10 detik, eksplosif), glikolisis anaerob (2 menit, asam laktat), fosforilasi oksidatif (jam, endurance). Fatigue dari deplesi glikogen, akumulasi metabolit, atau kegagalan konduksi neuromuskular. Pemulihan: replenish glikogen + istirahat aktif.
Gelang Bahu: Sendi dan Pergerakan
Fig 11.21
Gelang Bahu: Sendi dan Pergerakan
Sendi glenohumeral (ball-and-socket, ROM terbesar tubuh) distabilisasi rotator cuff (supraspinatus, infraspinatus, teres minor, subscapularis). Cedera rotator cuff tersering dari impingement supraspinatus. Dislokasi bahu anterior paling sering, risiko cedera n. aksilar.
Gelang Panggul: Anatomi dan Biomekanik
Fig 11.23
Gelang Panggul: Anatomi dan Biomekanik
Pelvis terdiri dari ilium, iskium, pubis (bersatu di asetabulum). Sendi sakroiliak dan simfisis pubis memberikan stabilitas. Pintu panggul penting dalam obstetrik — diameter pelvimetri menentukan jalur persalinan. Fraktur pelvis dari trauma kecelakaan sering disertai perdarahan masif.
Sendi Lutut: Struktur dan Stabilitas
Fig 11.24
Sendi Lutut: Struktur dan Stabilitas
Sendi lutut (femorotibial + femoropatelar) distabilisasi oleh ligamen ACL, PCL, MCL, LCL dan meniskus medial-lateral. ACL mencegah translasi anterior tibia. ACL tear tersering pada atlet dari gerak pivot + deselarasi tiba-tiba. Meniskopati dari degenerasi atau robekan traumatik.
Sendi Pergelangan Tangan dan Tangan
Fig 11.25
Sendi Pergelangan Tangan dan Tangan
Sendi radiokarpal (pergelangan) dan sendi karpokarpal, metakarpofalang, interfalang memungkinkan gerakan presisi tangan. Terowongan karpal berisi n. medianus + 9 tendon fleksor — kompresi (CTS) menyebabkan parestesia ibu jari-jari tengah dan kelemahan tenar.
Otot Ekstremitas Bawah: Kompartemen
Fig 11.26
Otot Ekstremitas Bawah: Kompartemen
Tungkai bawah dibagi kompartemen anterior (dorsofleksi), lateral (eversi), posterior superfisial (plantarfleksi), posterior dalam (fleksi jari). Sindrom kompartemen akut dari peningkatan tekanan pasca-trauma → iskemia irreversibel jika tidak dilakukan fasiotomi segera.
Otot Inti Tubuh: Core dan Postur
Fig 11.27
Otot Inti Tubuh: Core dan Postur
Otot inti (transversus abdominis, multifidus, diafragma, dasar panggul) stabilisasi tulang belakang dan pelvis sebelum gerakan ekstremitas. Disfungsi core adalah faktor risiko nyeri punggung bawah. Latihan core strengthening adalah terapi utama low back pain non-spesifik kronis.
Tulang Belakang: Kurvatura dan Sendi
Fig 11.28
Tulang Belakang: Kurvatura dan Sendi
Empat kurvatura normal: lordosis servikal & lumbar (sekunder), kifosis torakal & sakral (primer). Skoliosis (kurvatura lateral) dari idiopatik atau neuromuskular. Diskus intervertebralis (nukleus pulposus + anulus fibrosus) meredam beban — herniasi diskus lumbar L4-L5/L5-S1 tersering.
Jenis Sendi: Klasifikasi dan Contoh
Fig 11.29
Jenis Sendi: Klasifikasi dan Contoh
Berdasarkan pergerakan: sinartrosis (sutura kranial, tidak bergerak), amfiartrosis (simfisis pubis, sedikit bergerak), diartrosis/sinovial (sendi bebas, ada kavitas sinovial). Sendi sinovial dibagi: engsel (lutut), pivot (atlantoaksial), kondiloid (radiokarpal), pelana (karpometakarpal ibu jari), bola-dan-soket (panggul).