🩺 NurseKit β€” Platform Keperawatan All-in-One
ASKEP Builder 149 SDKI ECG 73 Irama Pathway Visual ACLS 2025
Buka NurseKit β†’
🫁 Bab 5 OpenStax A&P 2e

Sistem Integumen

Kulit adalah organ terbesar tubuh (1.5–2 mΒ²). Memahami anatomi integumen kritis untuk perawatan luka, luka bakar, dekubitus, dan penyakit kulit yang sering ditemui di klinik.

Epidermis & DermisKelenjar KulitTermoregulasiPerawatan Luka

Lapisan Kulit

Kulit terdiri dari dua lapisan utama: epidermis (lapisan luar, epitel stratified squamous) dan dermis (lapisan dalam, jaringan ikat). Di bawahnya terdapat hipodermis/subkutis (bukan bagian kulit, tapi menghubungkan ke jaringan di bawah).

Lapisan KulitπŸ” Perbesar
Lapisan Kulit β€” Penampang Melintang
Epidermis, dermis, dan hipodermis. Pembuluh darah hanya ada di dermis dan lebih dalam. Epidermis avaskular, mendapat nutrisi dari difusi cairan dermis.
Makroskopik
EpidermisπŸ” Perbesar
Epidermis β€” 5 Strata
Stratum basale (stem cell) β†’ spinosum β†’ granulosum β†’ lucidum (telapak kaki/tangan) β†’ corneum (mati, berkeratin). Siklus regenerasi: Β±28 hari.
Histologi
Detail EpidermisπŸ” Perbesar
Sel Epidermis
Keratinosit (90%), melanosit (pigmen UV protection), sel Langerhans (APC imun), sel Merkel (mekanoreseptor sentuhan halus).
Sel Epidermis
DermisπŸ” Perbesar
Dermis β€” Papilaris & Retikularis
Lapisan papilaris (kolagen halus, kapiler, reseptor sentuhan). Lapisan retikularis (kolagen kasar, elastin, kelenjar, folikel rambut, pembuluh darah).
Dermis
Pigmentasi KulitπŸ” Perbesar
Pigmentasi Kulit
Melanin (coklat-hitam), karoten (kuning-oranye), hemoglobin (merah-merah muda). Melanosit sama jumlahnya pada semua ras; perbedaan warna = aktivitas melanosit.
Melanin
LapisanKedalamanStrukturRelevansi Luka
Epidermis0.1–1.5 mmStratified squamous, keratinLuka superfisial, lecet, luka derajat I
Dermis papilaris1–4 mmKolagen halus, kapiler, ujung sarafLuka derajat II, blister, luka bakar derajat 2
Dermis retikularis1–4 mmKolagen kasar, elastin, kelenjarLuka derajat II dalam, terowongan
Hipodermis>4 mmLemak, pembuluh besar, sarafLuka derajat III, dekubitus derajat III-IV

Struktur Aksesoris Kulit

Folikel RambutπŸ” Perbesar
Folikel Rambut
Bulbus rambut, papila dermis, matriks (zona proliferasi). Otot erektor pili (goosebumps). Siklus: anagen (pertumbuhan) β†’ katagen (regresi) β†’ telogen (istirahat).
Rambut
Kelenjar KulitπŸ” Perbesar
Kelenjar Keringat & Sebasea
Kelenjar ekrin (seluruh tubuh, termoregulasi, pH 4-6). Kelenjar apokrin (aksila, genitalia, saat pubertas). Kelenjar sebasea menghasilkan sebum untuk melembabkan kulit dan rambut.
Kelenjar
Kelenjar KeringatπŸ” Perbesar
Distribusi Kelenjar Ekrin
2–5 juta kelenjar ekrin di tubuh. Telapak tangan dan kaki paling padat. Produksi 0.5–1 L/hari normal; hingga 10 L/hari saat panas ekstrem. Penting untuk regulasi suhu.
Termoregulasi
Rambut dan FolikelπŸ” Perbesar
Struktur Rambut Lengkap
Akar (dalam folikel) dan batang (luar). Korteks (keratin keras), medula (pusat), kutikula (lapisan luar transparan). Warna tergantung melanin pada korteks.
Rambut
Anatomi KukuπŸ” Perbesar
Kuku
Lempeng kuku (keratin keras), matriks (lunula β€” zona pertumbuhan), bantalan kuku, hiponikium, lipatan kuku. Pertumbuhan: Β±3 mm/bulan. CRT (Capillary Refill Time) normal <2 detik.
Kuku

Fungsi Integumen & Termoregulasi

Kulit memiliki 7 fungsi utama: proteksi, termoregulasi, sensasi, metabolisme (vit D), penyimpanan lemak, ekskresi, dan absorpsi terbatas.

TermoregulasiπŸ” Perbesar
Termoregulasi
Saat panas: vasodilatasi kutaneus, berkeringat β†’ evaporasi. Saat dingin: vasokonstriksi, kontraksi erektor pili, menggigil. Hipotalamus sebagai termostat tubuh (37Β°C).
Suhu Tubuh
FungsiMekanismeRelevansi Klinik
Proteksi fisikKeratin, melanin, pH asam (4-6)Infeksi oportunistik saat integritas kulit rusak
TermoregulasiBerkeringat, vasomotor, erektor piliHeat stroke, hipotermia
SensasiMeissner, Pacini, Ruffini, Merkel, ujung bebasNeuropati DM β†’ ulkus tidak nyeri
Sintesis Vit DUVB β†’ 7-dehidrokolesterol β†’ previt D3Defisiensi vit D pada pasien bedrest/ICU
ImunitasSel Langerhans, IgA sekretoriImunosupresi topikal pada luka bakar luas
πŸ’‘ Klinik β€” Luka Bakar Derajat IIIKerusakan seluruh epidermis, dermis, hingga subkutis/otot. Tidak nyeri (saraf rusak). Memerlukan skin graft. Formula Parkland: 4 mL Γ— BB (kg) Γ— % BSA/24 jam Ringer Laktat (Β½ dalam 8 jam pertama).

Penyembuhan Luka

Penyembuhan luka melalui 4 fase: hemostasis (0–2 jam), inflamasi (2–5 hari), proliferasi (5 hari–4 minggu), dan remodeling (bulan–tahun).

Luka KulitπŸ” Perbesar
Anatomi Luka & Kedalaman
Klasifikasi kedalaman luka: superfisial (epidermis), partial thickness (dermis), full thickness (hipodermis/lebih). Penting untuk menentukan intervensi perawatan luka.
Klasifikasi Luka
Penyembuhan LukaπŸ” Perbesar
Fase Penyembuhan Luka
Hemostasis (trombosit, fibrin clot), inflamasi (neutrofil, makrofag), proliferasi (fibroblast, angiogenesis, epitelisasi), remodeling (kolagen tipe I mengganti tipe III).
Wound Healing
🩹

Pathway Dekubitus & Luka Bakar

Gunakan pengetahuan anatomi integumen untuk pathway penyakit: Dekubitus (Pressure Ulcer), Luka Bakar, Selulitis, Dermatitis, atau Psoriasis.

🩺 SDKI Terkait Sistem Integumen
D.0129
Gangguan Integritas Kulit/Jaringan
D.0139
Hipertermia
D.0140
Hipotermia
D.0143
Risiko Infeksi
D.0077
Nyeri Akut
D.0111
Gangguan Citra Tubuh
← Reproduksi πŸ—‚ Semua Sistem Hematologi β†’
Gambar diambil dari OpenStax Anatomy and Physiology 2e oleh Betts et al., lisensi CC BY 4.0. Dioptimalkan untuk web oleh NurseKit.
βœ•
🪜 Fisiologi Kulit Lanjutan & Patofisiologi Luka Bakar
Dari mekanisme penyembuhan luka hingga patofisiologi luka bakar derajat berat, resusitasi cairan, dan farmakoterapi dermatologi.
🚼 Penyembuhan Luka — Fase & Mekanisme Seluler
  • Fase hemostasis (menit): cedera → vasokonstriksi refleks → plug trombosit (adhesi GP Ib-vWF) → aktivasi kaskade koagulasi → fibrin clot. Trombosit degranulasi: PDGF, TGF-β, EGF → sinyal rekrut sel
  • Fase inflamasi (hari 1–4): neutrofil (jam 6–12) → fagositosis debris + bakteri + NET. Makrofag M1 (hari 2–3) → sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1, IL-6), VEGF, TGF-β. Makrofag M2 (hari 3+) → anti-inflamasi, promote fibrosis & angiogenesis. Gangguan fase ini: diabetes (PMN disfungsi), kortikosteroid, malnutrisi
  • Fase proliferasi (hari 4–21): fibroblas → kolagen tipe III (sementara) + GAG matriks + kontraksi luka (miofiroblas). Keratinosit migrasi & proliferasi dari tepi (re-epitelialisasi). Angiogenesis baru (VEGF-driven). Jaringan granulasi merah granular = sehat
  • Fase remodeling (minggu–tahun): kolagen tipe III → kolagen tipe I (lebih kuat). MMP (matrix metalloprotease) reshape matriks. Kekuatan tarik maksimal 80% normal (tidak pernah 100%)
  • Keloid vs hipertrofik scar: hipertrofik = dalam batas luka, involusi spontan. Keloid = melampaui batas luka, tidak involusi. Keloid: kolagen berlebih, inhibisi apoptosis fibroblas, TGF-β₁ dominan
🔥 Luka Bakar — Patofisiologi & Resusitasi
  • Zona luka bakar (Jackson 1947): zona koagulasi (nekrosis permanen, pusat); zona stasis (sel hidup tapi perfusi ↓, dapat diselamatkan/mati dalam 48 jam − TARGET resusitasi); zona hiperemik (inflamasi, akan pulih)
  • Patofisiologi sistemik (>20% TBSA): mediator inflamasi (histamin, prostaglandin, IL-1, TNF-α) → permeabilitas kapiler ↑↑ → ekstravasasi protein + cairan → edema (puncak 6–12 jam) → hipovolemia → syok. Inhalasi smoke → ARDS. CO toksik → COHb (SpO₂ false normal!)
  • Parkland formula: kristaloid 4 mL/kg/% TBSA × 24 jam (RL preferred). 50% dalam 8 jam pertama dari waktu luka, 50% dalam 16 jam berikutnya. Target: UO 0.5–1 mL/kg/jam (dewasa), 1 mL/kg/jam (anak). Jangan berlebih (edema serebral, abdominal compartment syndrome)
  • Rule of Nines: kepala/leher 9%, setiap lengan 9%, dada 9%, perut 9%, punggung atas 9%, punggung bawah 9%, setiap paha 9%, setiap tungkai bawah 9%, perineum 1%. Telapak tangan pasien ≈ 1% TBSA (luka tidak teratur)
  • Derajat luka bakar: superfisial (epidermis saja, merah, tidak melepuh, tidak perlu grafting); parsial tebal (dermis superfisial, melepuh, nyeri, dapat sembuh spontan); parsial dalam (dermis dalam, kurang nyeri, perlu grafting); full thickness (seluruh dermis, tidak nyeri, putih/coklat, selalu grafting)
  • Eskarotomi: luka bakar sirkumferensial full thickness ekstremitas atau dada → eskar kaku → kompartemen syndrome → eskarotomi (insisi eskar, bukan fasciotomi) dalam 4–6 jam
💥 Infeksi Luka Bakar — Sumber & Manajemen
  • Epidemi nosokomial: luka bakar besar = immunosuppressed (barrier kulit hilang + imunitas seluler terganggu). Infeksi penyebab kematian 73% pasien luka bakar
  • Organism evolution: hari 1–5 gram-positif (Staph aureus), hari 5+ gram-negatif (Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella, E. coli). Pseudomonas: karakteristik eksudat hijau, bau manis, ekotoksin A
  • Silver sulfadiazine: topikal krim, antimikrobial broad-spectrum (Ag⁺ inaktifasi DNA bakteri). Hindari pada hipersensitivitas sulfa, kehamilan aterm, neonatus
  • Mafenide acetate: penetrasi eskar lebih baik dari SSD → pilihan eskar tebal. Efek samping: inhibisi karbonik anhidrase → asidosis metabolik
  • Skin grafting: split-thickness skin graft (STSG) dari donor site sehat → meshed → ditempel ke recipient bed. Monitor: vaskularisasi graft (merah muda = take; putih/hitam = graft loss)
🔙 Luka Kronik & Ulkus Dekubitus
  • Ulkus dekubitus: tekanan iskemia pada jaringan lunak di atas prominensia tulang. Tekanan kapiler normal 32 mmHg − tekanan ekternal >32 mmHg > 2 jam → iskemia → nekrosis. Lokasi: sakrum (paling umum), tumit, trokanter, osipital
  • Staging NPUAP: Tahap 1 (eritema tidak pucat, kulit intact); Tahap 2 (kehilangan dermis parsial, melepuh/abrasi); Tahap 3 (kehilangan seluruh ketebalan kulit, jaringan subkutan terekspose, tanpa tendon/tulang/otot); Tahap 4 (tendon/tulang/otot terekspose, sinus tracts)
  • Pencegahan: reposisi tiap 2 jam; kasur anti-dekubitus (alterna ting pressure); perlindungan tumit; nutrisi adekuat (protein 1.25–1.5 g/kg untuk penyembuhan); kontrol kelembaban; hindari gesekan
  • Ulkus diabetik: neuropati perifer (kurang nyeri → tidak terdeteksi) + angiopati perifer (hipoksia jaringan) + disfungsi imun → triad. Wagner grade 0–5. Offloading (total contact cast) krusial
  • NPWT (Negative Pressure Wound Therapy): tekanan negatif −75 hingga −125 mmHg pada luka → edema ↓, aliran darah ↑, granulasi ↑, kontraksi luka, bakteri ↓
📈 Monitoring Nutrisi Luka Bakar
  • Metabolisme hipermetabolik: luka bakar besar → katabolisme ↑↑ (kortisol + katekolamin + glukagon ↑) → kebutuhan kalori 150–200% normal. Formula Curreri: 25 kcal/kg + 40 kcal/% TBSA (dewasa)
  • Protein: 1.5–2 g/kg/hari pada luka bakar besar (untuk wound healing, imunitas, albumin sintesis). Defisit protein → delayed wound healing, infeksi ↑, kematian
  • Enteral nutrition: mulai dalam 6–12 jam post-luka bakar (jika tidak ada ileus). Enteral lebih baik dari parenteral: ↓ bakteri translokasi usus, ↓ MODS
  • Albumin: <2 g/dL = penyembuhan luka buruk. Albumin infus bila <2 dan edema, namun tidak sebagai pengganti nutrisi
  • Vitamin & mineral: Vit C 1–2 g/hari (kolagen sintesis, antioksidan), Zinc (metalloenzyme untuk sintesis protein & imunitas), Vit A (re-epitelialisasi), selenium (antioksidan)
πŸ“– Atlas Visual OpenStax

Atlas Sistem Integumen

Lapisan kulit, melanosit, anneks, termoregulasi, dan penyembuhan luka dari OpenStax A&P 2e.

Epidermis β€” Lapisan & Melanosit
Fig 5.2
Epidermis β€” Lapisan & Melanosit
Stratum basale (stem cell, mitosis aktif) β†’ korneum (barrier). Melanosit menghasilkan melanin (proteksi UV). Turnover epidermis ~28 hari. Melanoma: ABCDE criteria (Asymmetry, Border irregular, Color variegated, Diameter >6mm, Evolution). Deteksi dini menyelamatkan jiwa.
Epidermis β€” Lapisan & Melanosit
Fig 5.2
Epidermis β€” Lapisan & Melanosit
Stratum basale (stem cell, mitosis aktif) β†’ korneum (barrier). Melanosit menghasilkan melanin (proteksi UV). Turnover epidermis ~28 hari. Melanoma: ABCDE criteria (Asymmetry, Border irregular, Color variegated, Diameter >6mm, Evolution). Deteksi dini menyelamatkan jiwa.
Hipodermis & Injeksi Subkutan
Fig 5.4
Hipodermis & Injeksi Subkutan
Hipodermis: lemak subkutan β€” insulasi + energi cadangan + bantalan mekanik. Injeksi SC: insulin (90Β° di perut/paha) dan LMWH heparin (perut lateral). Rotasi lokasi injeksi mencegah lipodistrofi pada pengguna insulin jangka panjang.
Penyembuhan Luka & Ulkus Dekubitus
Fig 5.6
Penyembuhan Luka & Ulkus Dekubitus
Faktor hambat: infeksi, hipoksia, malnutrisi, DM, steroid. Ulkus dekubitus stadium I-IV berdasarkan kedalaman. Pencegahan: alih baring setiap 2 jam, matras decubitus, nutrisi adekuat (protein 1,2-1,5 g/kgBB/hari), hidrasi kulit. NPUAP/EPUAP guidelines adalah standar internasional.
Kelenjar Keringat: Ekrin dan Apokrin
Fig 5.8
Kelenjar Keringat: Ekrin dan Apokrin
Kelenjar ekrin (seluruh tubuh) menghasilkan keringat encer untuk termoregulasi; apokrin (aksila, genitalia) menghasilkan sekresi kental yang diurai bakteri β†’ bau badan. Hiperhidrosis (keringat berlebihan) dapat menyebabkan gangguan fungsi dan psikososial.
Folikel Rambut dan Siklus Pertumbuhan Rambut
Fig 5.9
Folikel Rambut dan Siklus Pertumbuhan Rambut
Rambut tumbuh dari folikel di dermis dalam tiga fase: anagen (pertumbuhan, 2-7 tahun), katagen (transisi, 2-3 minggu), telogen (istirahat, 3 bulan). Alopesia androgenik dari sensitivitas folikel terhadap DHT; alopesia areata dari serangan autoimun folikel.
Kelenjar Sebasea dan Produksi Sebum
Fig 5.10
Kelenjar Sebasea dan Produksi Sebum
Kelenjar sebasea (terhubung folikel rambut) menghasilkan sebum yang melubrikasi rambut dan kulit. Androgen merangsang produksi sebum β†’ folikel tersumbat β†’ kolonisasi C. acnes β†’ inflamasi akne. Isotretinoin mengurangi ukuran dan aktivitas kelenjar sebasea.
Penyembuhan Luka: Empat Fase
Fig 5.13
Penyembuhan Luka: Empat Fase
Hemostasis (menit-jam) β†’ inflamasi (hari 1-4) β†’ proliferasi/epitelisasi (hari 4-21) β†’ remodeling (bulan-tahun). Faktor yang menghambat penyembuhan: infeksi, hipoksia, malnutrisi, DM, steroid. Luka kronik (ulkus diabetik) terjebak di fase inflamasi.
Termoregulasi Kulit
Fig 5.15
Termoregulasi Kulit
Saat panas: vasodilatasi kulit + berkeringat mendinginkan tubuh. Saat dingin: vasokonstriksi + piloreksi + menggigil. Kerusakan kulit luas (luka bakar) mengganggu termoregulasi β†’ hipotermia. Bayi dan lansia lebih rentan karena kapasitas termoregulasi terbatas.
Melanin dan Perlindungan UV
Fig 5.17
Melanin dan Perlindungan UV
Melanosit menghasilkan eumelanin (coklat-hitam) dan feomelanin (merah-kuning) yang diserahkan ke keratinosit via melanososm. Melanin menyerap radiasi UV mencegah kerusakan DNA. Defisiensi melanin (albinisme) meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak.
Kanker Kulit: BCC, SCC, Melanoma
Fig 5.18
Kanker Kulit: BCC, SCC, Melanoma
Karsinoma sel basal (BCC, paling sering, jarang metastasis) dan skuamosa (SCC) dari keratinosit; melanoma dari melanosit (paling mematikan). Paparan UV kronik adalah faktor risiko utama. ABCDE melanoma: Asimetri, Border irregular, Color variegated, Diameter > 6mm, Evolution.
Luka Bakar: Klasifikasi dan Penanganan
Fig 5.19
Luka Bakar: Klasifikasi dan Penanganan
Klasifikasi kedalaman: superfisial (epidermis, nyeri, merah), parsial superfisial/dalam (hingga dermis, lepuh), ketebalan penuh (seluruh lapisan, tidak nyeri, putih/hitam). Prinsip penanganan: resusitasi cairan (Parkland formula), pencegahan infeksi, cangkok kulit untuk luka dalam.
Luka Bakar: Klasifikasi dan Penanganan
Fig 5.19
Luka Bakar: Klasifikasi dan Penanganan
Klasifikasi kedalaman: superfisial (epidermis, nyeri, merah), parsial superfisial/dalam (hingga dermis, lepuh), ketebalan penuh (seluruh lapisan, tidak nyeri, putih/hitam). Prinsip penanganan: resusitasi cairan (Parkland formula), pencegahan infeksi, cangkok kulit untuk luka dalam.
Tekanan dan Ulkus Dekubitus
Fig 5.21
Tekanan dan Ulkus Dekubitus
Tekanan berkepanjangan pada tonjolan tulang (sakrum, tumit, trokanter) menyebabkan iskemia jaringan β†’ nekrosis. Stadium I-IV berdasarkan kedalaman. Pencegahan: alih posisi tiap 2 jam, alas anti dekubitus, nutrisi adekuat. Perawatan luka dekubitus adalah tanggung jawab utama perawat.